TPA Mandung Masih Berasap, Komisi II Panggil DKLH dan Satpol PP

  • 09 Oktober 2019
  • 17:04 WITA

 

Balitopnews.com, Tabanan

Meskipun kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mandung di Kecamatan Kerambitan yang terbakar sejak 23 Agustus 2019 sudah ditangani, namuh  hingga kini masih saja  mengeluarkan asap.

 

Untuk mengetahui progress penanganan kebakaran TPA Mandung, Komisi II DPRD Tabanan memanggil  DKLH, Satpol PP, Rabu ( 9 Oktober 2019).

 

Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara mengatakan pihaknya memanggil DKLH, Satpol PP dalam hal ini Unit Pemadam Kebakaran, untuk mendapatkan pejelasan  mengenai penanganan kebakaran TPA Madung. “Kami sempat turun melihat langsung kondisi di Lapangan  Minggu lalu. Untuk menindaklanjuti hal itu kami ingin mendengarkan penjelasan dari DKLH maupun Satpol PP dalam hal ini unit pemadam kebakaranya,  sejauh mana penanganan kebakaran TPA Mandung dan apa saja permasalahan yang dihadapi. Dan kenapa sampai saat ini asap masing mengepul ,” jelasnya.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Made Subagia pada kesempatan itu mengatakan pihaknya sudah berusaha memadamkan api dibantu oleh Pemadam Kebakaran Tabanan. Sejak awal terjadinya kebakaran tanggal 23 Agustus pihaknya sudah intens melakukan upaya upaya pemadaman. Tidak saja bekerjasama dengan pihak Pemadam Kebakaran Tabanan tapi semua pihak termasuk subak yang ada di lokasi. “Subak yang ada di sekitar lokasi TPA kami libatkan berkaitan dengan pengambilan air untuk melakukan pemadaman,” jelasnya. Selain itu pihaknya melakukan upaya penggunaan alat berat jenis esapator sebanyak 2 unit. “Sesuai dengan saran dari bapak bapak komisi II yang sempat turun ke lokasi terkait pengadaan selang agar bisa menjangkau ke titik asap.Kami  sudah upayakan dan selanggnya sudah ada,” tandasnya. Pihaknya juga melakukan pemantaun bergilir di lokasi dengan melakukan penjagaan. “Jadi sarana dan prasana yang dibutuhkan  masih perlu dilengkapi,” tandasnya.

 

Hal senada diungkapkan Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Pihaknya mengerahkan 5 armada pemadam kebakaran yang ada. Namun hanya 3 armada yang efektif. “Kami juga sudah meminta bantuan dari pemadam kebakaran Kabupaten Badung,” tandasnya. Upaya itu juga belum maksimal karena pemadam kebakaran badung tidak kuat memberikan bantuan pemadaman mengingat asap yang tebal dan resikonya sangat tinggi. “Kami mendapatkan informasi dari Gianyar, kami disarankan untuk meminta bantuan seluruh armada kebakaran yang ada di Bali, dilakukan secara bersama sama sehingga sumber api bisa dipadamkan,” tandasnya.  Namun upaya itu belum dicoba mengingat perlu koordinasi dan komunikasi yang lebih intens.

 

Berbagai upaya yang dilakukan pemadam kebakaran dan DKLH tersebut sedikit mendapakan hasil, asap yang awalnya berasal dari titik timur barat selatan dan utara. Hingga saat ini tiga titik sudah berhasil dipadamkan, hanya titik di bagian utara yang masih mengepul.

Selain membahas mengenai asap TPA Madung, pertemuan itu juga membahas mengenai galian C yang belum berijin serta pembahasan bangunan wantilan dan jembatan di desa belumbang kerambitan.

 

“Masukan masukan ini yang akan kami jadikan catatan sehingga perlu mendapatkan perhatian dari pengambil kebijakan,” jelas  Wayan Lara. ( Balitopnews.com / MD )  

Komentar