TKI Asal Tabanan Meninggal di Singapura, Keluarga Minim Biaya, Kepulangan Jenazah Dibantu Ibu Putri Koster

  • 03 Desember 2019
  • 22:18 WITA

Almarhumah I Gusti Ayu Nyoman Puspitawati (46)

Balitopnews.com, Tabanan

I Gusti Ayu Nyoman Puspitawati (46) seorang Tenaga Kerja Indonesia  (TKI) asal Banjar Tinungan, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan yang bekerja sebagai SPA Theraphy di Swiss Hotel, Turkey, meninggal dunia di Rumah Sakit di Singapura, Senin ( 2 Desember 2019).

Puspitawati memang memiliki riwayat penyakit maag akut. Karena sudah tidak tahan lagi ia memutuskan untuk pulang ke Bali pada tangal 1 Desember 2019. Ia sempat transit di Singapura, karena penyakitnya semakin parah, Puspitawati tidak mampu bertahan dan ambruk tak sadarkan diri. Akhinya Puspitawati dirawat di Singapura dan nyawanya tidak bisa ditolong pada Senin ( 2 Desember 2019).

Perwakilan keluarga almarhum, dr. I Gusti Ngurah Putera Eka Santhosa mengatakan hal tersebut. Dijelaskan, meninggalnya almarhumah  baru diketahui ketika pihak RS di Singapura mengubungi keluarga almarumah di Bali.  "Pihak RS di Singapura lalu menghubungi keluarga,lengkap dengan mengirimkan tagihan RS yang membuat keluarga terkejut. Jika di Rupiahkan mencapai Rp 500 Juta," imbuh pria yang akrab disapa dr. Ngurah.

Saat itu keluarga kebingungan, dan tidak menyangka jika almarhum akan sakit separah itu serta menghabiskan biaya yang tidak pernah dibayangkan keluarga. Kemudian salah satu saudara almarhum dari Desa Senganan, Penebel, Tabanan  menghubungi dirinya yang kebetulan merupakan Ketua Umum Paiketan Ageng Trah Shri Arya Sentong untuk meminta petunjuk. "Keluarga bingung untuk memulangkan jenazah almarhumah, sehingga saya mencoba menghubungi kawan-kawan dan relasi saya.Melalui campur tangan Bapak I Ketut Teneng, saya dihubungkan dengan Kepala Disnaker Provinsi Bali, Ida Bagus Arda, dan melalui dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, saya dibantu menghubungi pihak KBRI Singapura. Bahkan dengan respon cepat Kepala Disnaker yang langsung meminta data lebih lengkap dan berkoordinasi dengan BP3TKI Bali menghubungi KBRI Singapura," jelasnya.

Ia juga menggunakan kekuatan media sosial dengan mengunggah perihal biaya dan ketidakmampuan keluarga almarhum dan membuka donasi di akun  facebook sekitar pukul 04.00 Wita dengan harapan dapat membantu pihak keluarga.

Dan benar saja sekitar pukul 07.45 Wita, dirinya mendapatkan telepon dari seorang Ibu yang menanyakan kebenaran dan kejelasan dari berita yang diunggah. "Dan diakhir percakapan barulah terungkap kalau yang menghubungi saya itu adalah Ibu Ni Putu Putri Suastini Koster. Dan beliau menggerakkan jaringan yang dimiliki untuk membantu memulangkan Ibu Puspitawati ke Bali," tegasnya.

Pihak keluarga pun sangat bersyukur atas bantuan yang didapat. Apalagi tidak sampai 6 jam, melalui Kadisnaker Bali menginformasikan jika hasil koordinasi dengan KBRI, bawasannya Selasa malam pukul 22.00 Wita jenasah akan diberangkatkan dari Singapura menuju Jakarta, kemudian ke Bali dan diperkirakan sampai di Airport I Gusti Ngurah Rai, Rabu (4/12) sekitar pukul 08.45. Wita. "Sehingga keluarga almarhum, keluarga Besar Jro Tinungan Trah Shri Arya Sentong, mengucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu Gubernur, Jajaran KONI Provinsi Bali, Kadisnaker beserta  BP3TKI, keluarga besar KBRI Singapura, Garda Puri Sejebag Tabanan (GPST), Keluaga Besar Pasemetonan Ageng Trah Shri Arya Sentong beserta para donatur yang tidak dapat disebut satu persatu. Dari kejadian ini kita belajar bahwa kesehatan, asuransi dan kehadiran Negara dalam menangani masalah terkait Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri sangat dibutuhkan," tandasnya. (Balitopnews.com/MD)

Komentar