Media Berita Online Bali Terkini, Kabar Terbaru Bali - Beritabali.com

Biopori, Solusi Menghindari Terjadinya Banjir

  • 06 Januari 2020
  • 15:57 WITA

Balitopnews.com, Tabanan - Musim hujan selain mendatangkan berkah kesuburan tanah juga berpotensi menyebabkan terjadinya bencana. Misalnya bencana banjir seperti yang melanda ibu kota Jakarta.

Mirisnya, bencana banjir yang seakan rutin datang setiap musim hujan seperti yang terjadi di Jakarta minggu lalu telah mengakibatkan puluhan orang meninggal. Selain juga telah menimbulkan kerugian secara materil.

Banjir sendiri bisa diantisipasi sejak dini. Terutama dengan prilaku tidak sembarangan membuang sampah dan rutin membersihkan saluran air dari kemungkinan tersumbatnya oleh berbagai jenis sampah. Hal tersebut diungkapkan pemerhati lingkungan dr. IGNB. Mahayasa, Sp.Kj., Senin (6 Januari 2020)

Tidak hanya itu lanjutnya, ancaman banjir juga datang dari minimnya ruang terbuka hijau. Bahkan dewasa ini ia melihat kecendrungan setiap pekarangan dilapisi beton rabat. Sehingga air hujan tidak terserap ke tanah dan teralirkan kesaluran air, misalnya got.

"Sementara kondisi saluran air tidak terawat akibat lemahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Dampaknya, genangan air atau banjir berpotensi terjadi pada banyak titik," sebutnya.

Aktivis Komunitas Peduli Kesehatan Mental (Kopi Kental) ini kemudian menyebutkan ada konsep sederhana untuk menghindari terjadinya banjir. Konsep ini sangat relevan untuk diterapkan pada masing-masing pekarangan. Konsep yang dimaksudkan tiada lain dengan membuat model sumur atau biopori.

Menurutnya, konsep biopori ini pernah disosialisasikannya bersama rekan-rekannya sewaktu ia duduk sebagai pengurus KNPI Tabanan beberapa tahun silam. Terbukti, biopori ini mampu efektif  menghisap air hujan sehingga tidak menyebabkan terjadinya genangan air.

"Biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air yang mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah," jelasnya.

Ketua Banteng Muda Indonesia DPC Tabanan ini memaparkan, biopori sendiri  sangat bagus untuk penyerapan air tanah dan sampah daun yang kemudian  bisa dimanfaatkan  menjadi pupuk kompos. Biopori ini juga disebutkannya sangat cepat menyerap air dari kerasnya  tanah permukaan.

"Dengan adanya biopori  cacing tanah akan mudah berkembang biak dan dampak positif berikutnya tanah menjadi makin subur," imbuhnya. 

Lebih jauh Komisaris Rumah Sakit Dharma Kerthi ini mengatakan  bahwa biopori juga memiliki beragam manfaat. Termasuk untuk tempat membuang sisa makanan. Ini akan mempercepat proses pembusukan sampah daun untuk kemudian menjadi pupuk kompos.

Sehingga imbuhnya, semakin banyak lubang biopori disuatu pekarangan akan semakin baik karena genangan air akan semakin mudah terserap. Meski juga tentu ada resiko dari adanya biopori. Yakni kaki bisa masuk ke lobang biopori tetapi hal itu bisa dihindari dengan menutupinya misalnya dengan pot bunga.

"Intinya, lubang biopori yang kedalamannya dibuat sampai satu meteran ini adalah solusi sederhana dan tepat untuk menghindari banjir dan ini bisa dilakukan pada setiap pekarangan," tutupnya. (Balitopnews.com/Ngr)

Komentar