Di Terminal Mengwi Badung, Dua Tersangka Perampok Taksi Online di Kawasan Bedugul Merencanakan Pembu

  • 13 Januari 2020
  • 22:06 WITA
  • News

 

Balitopnews.com, Tabanan – Dua pelaku perampok Taksi Online yakni Liem George Geraldo ( 21) asal Surabaya  dan Gilang (17) asal Bandung yang berhasil diringkus Polisi di Jalan Denpasar – Singaraja tepatnya di Depan Hotel P.I Bedugul Banjar Taman Tanda Batunya, Baturiti, Tabanan mengaku telah merencanakan pembunuhan terhadap korban sopir Taksi Online yakni Kristianus Jehore ( 33).

Kapolsek Baturiti, Kompol I Nengah Sudiarta, Senin (13 Januari 2020) mengungkapkan perampokan ini ternyata sudah direncanakan sejak Rabu (8/1) lalu.

Kedua tersangka bersama satu temanya yakni Santo (masih diburu Polisi ) merencakan aksi perampokan dan rencana pembuhuhan terhadap sopir taksi online pada hari Rabu ( 8 Januari 2020). Saat itu ketiganya mengatur strategi. Masing masing memiliki tugas dalam rencana aksi tersebut. Santo bertugas menghubungi taksi online . Setelah  mobil datang Santo duduk di belakang sopir untuk melakukan penusukan dari belakang, dan di sebelah kiri Santo duduk Gilang yang bertugas menarik sopir ke belakang setelah dilakukan penusukan. Liem George Geraldo duduk disebelah kiri sopir bertugas mengambil alih kemudi setelah sopir ditarik kebelakang. Setelah sopir tak berdaya Santo dan Gilang bertugas membuang mayat sopir sedangkan Liem George Geraldo berugas membersihkan mobil dan membawa mobil ke Surabaya untuk dijual.   

Namun pada hari Jumat tanggal 10 Januari 2020, Santo meninggalkan dua rekanya. Hanya Liem George Geraldo dan Gilang yang nekat melakukan aksi tersebut. Liem memijam gunting di terminal mengwi. Gunting tersebut dipatahkan hanya satu bilah saja yang dibawa sementara bilah lagi satu dibuangnya. Gunting tersebut ditaruh di saku jaketnya. Sementara itu Gilang meminjam pisau di salah satu warung di terminal Mengwi. Pisau tersebut ditaruh di saku jaketnya. Sekitar jam 11.00 Wita, Gilang meminta bantuan orang yang tidak dikenalnya di Indomaret Mengwi untuk menghubungi Taksi Online. Setelah korban datang  sesuai rencana Liem duduk di depan di samping kiri sopir, sementar Gilang duduk di belakang sopir  dan mereka langsung menuju Bedugul. Saat tiba di TKP di depan Hotel PI Bedugul. Gilang dari belakang menusuk bagian bahu kiri  korban dengan gunting. Sementara itu Liem yang duduk disebelah kiri korban melakukan penganiayaan. Korban sempat melakukan perlawanan kemudian dengan cepat memutar mobilnya sehingga melintang di tengah jalan.

“Korban sempat melakukan perlawanan di dalam mobil dengan cara menangkis terhadap serangan dari belakang dan samping sehingga tak sampai senjata gunting dan pisau tersebut menembus,” terang Kompol Sudiarta.

Dia menjelaskan sesuai hasil pemeriksaan selain merampok sopir taksi, mereka juga merencanakan membunuh korban bersama rekannya lagi satu bersama Santo. Selanjutnya sesuai keterangan pelaku, jenazah korban rencananya dibuang di daerah Gerokgak, Buleleng. “Santo ini rekan pelaku sama-sama berangkat dari Jawa, dan hingga ini keberadaan masih belum diketahui. Tetapi akan tetap diawasi dan dicari sebab Santo tinggalnya nomaden,” bebernya.

Kompol Sudiarta menambahkan dari dua pelaku ini yang baru lima hari tinggal di Bali, Gilang sudah melakukan aksi pencurian nasi, uang dan mencopet di wilayah Kuta dan Mengwi. Mereka baru tinggal di Bali selama 5 hari dan tinggal berpindah-pindah seperti tidur di daerah terminal.

 Akibat kejadian tersebut dua pelaku dikenakan pasal 365 ayat 1 Tentang Pencurian dengan kekerasan dengan ancaman penjara 12 tahun.

Sementara menurut Liem sudah merencanakan perampokan tersebut untuk membawa kabur mobil korban karena masalah ekonomi. “Tujuan rampok kepepet untuk dapat uang,” katanya.

Kemudian disinggung kenapa Santo tak ikut lancarkan aksi, Gilang mengatakan tidak mengetahui. Sebab setelah baru bangun Santo sudah tidak ada di terminal. “Selama tinggal di Bali kami tidur di terminal,” terangnya dengan kepala tertunduk. (Balitopnews.com/MD)


TAGS :

Komentar