Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati  Menyerahkan Kompensasi Korban Tindak Pidana Terorisme

  • 15 Oktober 2020
  • 21:10 WITA
  • News

DENPASAR, Balitopnews.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) Menyerahkan Kompensasi Korban Tindak Pidana Terorisme yang terjadi di Poso dan Wonokromo di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kamis 15 Oktober 2020.

 

Menurut Cok Ace, terorisme merupakan salah satu masalah sosial ditengah masyarakat yang hingga saat ini masih terjadi bahkan dapat menjadi ancaman bagi kesatuan dan kedaulatan Negara Republik Indonesia apabila mampu menyusupi kelompok masyarakat tertentu dan berkembang didalamnya. 

 

Wagub Cok Ace menambahkan pihaknya sangat mengapresiasi atas pemberian kompensasi kepada korban tindak pidana Poso dan Wonokromo. Sehingga ke depan kompensasi ini dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup para korban dan keluarganya.

 

Aksi terorisme ini harus terus di waspadai karena yang pergerakan dan jaringannya sulit dilacak. Serangkaian pemenuhan hak korban terorisme dalam bentuk kompensasi yang sudah berkekuatan hukum tetap, yang akan dibayarkan oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Pusat, Provinsi Bali yang dipilih sebagai daerah dilakukannya penyerahan karena salah satu penerimanya sudah dipindah tugaskan ke Polda Bali, disamping Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Pusat yang dipimpin oleh Ketuanya yakni Asto Atmojo Suroyo  juga akan melakukan assessment terhadap korban Bom Bali yang merupakan amanat Undang Undang Nomor 5 tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2018 tentang perubahan kompensasi restitusi bantuan kepada saksi dan korban tindak pidana terorisme.

 

Penyerahan kompensasi tindak pidana terorisme Poso dan Wonokromo ini diserahkan langsung kepada Kompensasi Poso 2 sesuai Putusan Nomor 1383/Pid.Sus/2019/PN Jkt.Utr yang menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa Ardiansyah Bakri, diserahkan kompensasi tindak pidana kepada para korban yakni Yacob Tappi sejumlah Rp. 100.500.000, Baso  Irwanto sejumlah Rp. 33.250.000, dan Andrew Maha Putra sejumlah  Rp.1.932.445.143 3. 


 

Kompensasi Wonokromo sesuai Putusan Nomor 474/Pid.Sus/2020/PN Jkt. Tim yang menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa Imam Musthofa, membebankan kepada Negara Republik Indonesia melalui Kementerian Keuangan RI untuk memberikan kompensasi kepada Agus Sumarsono sejumlah Rp. 66.244.528 

dan Febian Lasadewa Kuncoro sejumlah Rp. 20.000.000 

 

Hingga saat ini tercatat sebanyak 207 proyeksi penerima kompensasi tindak pidana terorisme se-Indonesia dari 46 peristiwa. 

 

Dan khusus untuk Bali tahun ini tercatat sebanyak 60 korban tindak pidana masa lalu yang terdaftar. Sedangkan bagi korban tindak pidana terorisme yang belum mendapatkan bantuan dan haknya diperkenankan untuk melaporkan datanya kepada LPSK di daerahnya masing-masing.(gix)

 


TAGS :

Komentar