Ketua Dekranasda Bali Lakukan Tapping Wawancara dalam Acara 'Mantra Hati dan Filsafat Bali'

  • 17 Oktober 2020
  • 20:10 WITA
  • News

DENPASAR, Balitopnews.com -  Ketua Dekranasda Bali, Putri Koster melakukan tapping wawancara dengan CEO Motivator Bali Learning Center (MBLC) Ketut Wiratama dalam acara 'Mantra Hati dan Filsafat Bali', di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar, Sabtu 17 Oktober 2020.


 

Putri Koster mengajak masyarakat Bali untuk selalu berpikir positif menghadapi pandemi Covid-19 ini. Virus yang dikenal menyerang imun tubuh ini, menurutnya, memang rentan menjadi bahaya jika penderitanya sudah panik sehingga semua penyakit bawaannya kambuh dan imun tubuh menurun.

 

Ia mengaku selama hampir dua minggu terkena virus tersebut dan memutuskan untuk karantina di BPK Pering. Ia selalu berpikir positif dan mengajak masyarakat sesama penderita Covid-19 untuk fokus melakukan hal positif agar imun tubuh tetap terjaga.

 

"Selama masa karantina, saya sering mengajak masyarakat untuk berjemur, senam, ataupun meditasi. Agar terhindar dari stres karena terkena Covid-19," ujarnya seraya mengatakan bahwa dirinya juga tidak segan mengetuk tiap kamar pasien untuk saling berbagi, misalnya minimal berbagi makanan.

 

Menurutnya, poin terpenting untuk menjaga imun adalah menghilangkan stigma bahwa penderita Covid-19 adalah aib. "Ini yang harus kita ubah di masyarakat. Kita terkena penyakit mirip flu yang gampang sekali menular. Dan kita butuh istirahat dan tenang agar penyakit ini juga cepat hilang," tuturnya.

 

"Apalagi, bisa dikatakan sebuah anugerah jika kita terkena penyakit itu dan mampu sembuh dengan antibodi kita sendiri. Setidaknya kita adalah pilihan. Kita sudah mempunyai antibodi alami sekarang, sehingga bisa dengan mudah melawan penyakit tersebut kelak,” imbuhnya.

 

Hal lain yang menjadi sorotan Ketua Dekranasda tersebut adalah pelestarian kain tradisional Bali, baik endek maupun songket. Ia mengaku kagum dengan terpilihnya endek Bali menjadi salah satu motif pakaian pada koleksi terbaru rumah mode dunia Christian Dior. Namun, ia menambahkan apakah kagum tersebut cukup?

 

"Saya tidak mau kita hanya bisa kagum saja. Dior memilih tenun kita, lalu harus ada kompensasi dong untuk para perajin kita. Setidaknya dengan terpilihnya endek para perajin kita harus sejahtera," tegasnya.

 

Hal itu pun sudah ia lakukan saat rapat terakhir dengan pihak rumah mode tersebut. Ia mengaku Dior harus memenuhi beberapa kriteria terlebih dahulu yang bersifat menguntungkan para perajin untuk menggunakan endek dalam koleksi mereka.

 

Hal lain yang ingin ia lakukan untuk kerajinan Bali juga tentang mengembalikan fungsi tenun Bali yang sakral ke fungsinya semula. "Contohnya rangrang dari Nusa Penida, itu kan diperuntukkan sebagai upacara, namun pernah booming sebentar tapi sekarang ditinggalkan lagi," ujarnya.

 

Ia menambahkan, tindakan mengeksploitasi songket rangrang telah menempatkan kain tersebut bukan di tempatnya, dan memudarkan kesakralan kainnya. Untuk itu, ia mengajak para perajin untuk tidak hanya mengejar target semata, namun narus kembali ke jati diri.

 

Sebagai informasi, MBLC adalah sebuah wadah yang mendorong anak muda untuk mengasah kemampuan serta nilai mereka, sehingga bisa berkembang dan mengabdi sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. MBLC juga melakukan training untuk membentuk karakter managemen diri, kepemimpinan serta pengelolaan sumber daya manusia di Bali.(gix)


TAGS :

Komentar