Kejari Buleleng Tahan 8 Tersangka Dugaan Korupsi PEN

  • 17 Februari 2021
  • 21:02 WITA
  • News
Kajari Buleleng, I Putu Gede Astawa, SH bersama Kasi Intelijen Anak Agung Ngurah Jayalantara dan Kasi Pidana Khusus,Wayan Genip,memberikan keterangan pers berkait penhanan 8 tersangka kasus dugaan penyalahgunaan Dana Hibah PEN Pariwisata Buleleng.

SINGARAJA, Balitopnews.com - Delapan tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pariwisata Buleleng, akhirnya ditahan, Rabu (17 Februari 2021). 

Dari 8 tersangka 7 tersangka langsung digiring memasuki mobil tahanan sekitar pukul 13.30 siang dengan tangan diborgal dan kenakan rompi berwarna oranye. Satu orang tersangka dinyatakan dalam keadaan sakit dan untuk sementara belum ditahan. 

 

Tempat penahanan dititipkan di sel tahanan milik Polres Buleleng dan Polsek Sawan.

 

Kepada tersangka pria, Made SD selaku Nyoman S, Kadek W, Putu S status titipan tahanannya di Mapolres Buleleng. 

 

Tersangka perempuan yakni Nyoman AW, Putu B dan I Gusti AAM dititip di Mapolsek Sawan.

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Buleleng, I Putu Gede Astawa, SH mengatakan, kedelapan tersangka itu, semua ditahan menyusul kekhawatiran penyidik para tersangka akan menghilangkan barang bukti.

 

Disamping itu, untuk mempermudah dan mempercepat proses penyidikan para tersangka hingga ke proses penuntutan.

 

“Terhitung sejak 17 Februari 2021 ini, para tersangka kami tahan. Tim penyidik melakukan penahanan karena ada kekhawatiran para tersangka akan menghilangkan barang bukti. Ada 8 tersangka, 7 tersangka dilakukan penahanan, dan satu tersangka Nyoman G (Gunawan) masih dalam kondisi sakit,” ungkap Astawa didampingi Kasi Intelijen Anak Agung Ngurah Jayalantara dan Kasi Pidana Khusus, Wayan Genip.

 

Kajari Astawa menyebut, para tersangka dijerat dengan pasal 1,2 dan 12 e,Undang-Undang No.31/1999,Tentang tindak pidan korupsi (UU Tipikor) sebegaimana telah diubah menjadi Undang-Undang No.20/2001,tentang perubahan atas UU No.31/1999,Tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) .

 

“Atas perbuatan para tersangka ini, negara dirugikan sebanyak Rp. 656 juta Kasus ini masih dikembangkan dengan kemungkinan kerugian bisa bertambah. Sementara, uang yang berhasil disita sebanyak Rp 490.360.500,-.Kasus ini masih dikembangkan dengan kemungkinan kerugian bisa bertambah,” terangnya.

 

Sementara itu,hasil pengembangan penydikan menemukan aliran dana berasal dari hibah PEN Pariwisata untuk Buleleng juga mengalir ke tiga instansi di Pemkab Buleleng. Adanya aliran dana itu disampaikan para tersangka kepada penyidik dengan menyodorkan sejumlah bukti.

 

Kasi Pidsus Kejari Buleleng, Wayan Genip membenarkan dan pihaknya tengah melakukan pendalaman untuk mengungkap adanya keterkaitan kasus tersebut dengan aliran dana ketiga instansi diluar Dispar yang terima aliran dana itu sudah direncanakan atau diberikan setelah selesai kegiatan.

 

“Keterangan para tersangka mengaku aliran dana hanya ke staf di Pariwisata dan tiga instansi lingkup Pemkan Buleleng diluar pariwisata. Kisaran Rp 1 juta sampai Rp 3 juta. Itu semacam ucapan terimakasih yang diberikan kepada pihak yang memang terlibat dalam penyaluran dana hibah 70 persen,” ungkap Genip.

 

Imbuh Genip, kemungkinan akan ada tersangka lainnya, tergantung hasil pemeriksaan lanjutan. 

 

Selama dilakukan pemeriksaan sebut Genip, ada salah satu tersangka yang bersedia membuka kasus ini secara lebih benderang. Meski begitu, tersangka ini belum bisa memberikan keterangan secara maksimal.

 

"Nantilah, tergantung hasil pemeriksaan. Kemungkinan, tambahan tersangka dan sejauh ini belum ditemukan aliran dana ke personal namun baru ke tiga instansi  tersebut," bebernya.

 

Masih kata dia, jika nanti ditemukan aliran dana hibah PEN ke tiga instansi itu merupakan hasil kesepakatan antara pemberi dan penerima, konsekwensi hukum pasti akan diterima. Ia meminta, para pihak yang menerima uang yang bersumber dari dana hibah PEN Pariwisata dan bukan haknya untuk segera mengamblikan.

 

"Rekan-rekan yang merasa menerima uang bukan haknya itu, agar segera mengembalikan untuk menghindari konsekwensi serius," pungkasnya. (Nug) 


TAGS :

Komentar