BaliTopNews - Journalists never die

Alamat Redaksi : Jalan Beji nomor 1, Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali

Call:088977952703

[email protected]

Imbas World Water Forum 2024, Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot  Melonjak

Minggu, 26 Mei 2024

BaliTopNews - Journalists never die

TABANAN,Balitopnews.com - Penyelenggaraan World Water Forum (WWF)/ke-10 tahun 2024 di Bali telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan kunjungan wisatawan di Tanah Lot. Forum internasional yang dihadiri kepala negara atau pemerintahan ini membawa ribuan pengunjung dari berbagai negara, yang tidak hanya mengikuti konferensi tetapi juga berwisata ke berbagai destinasi unggulan di Bali, termasuk Tanah Lot.

Sebelum digelarnya WWF di awal bulan  rata-rata kunjungan per hari adalah 5.900 orang. Namun, selama penyelenggaraan World Water Forum, rata-rata kunjungan per hari meningkat menjadi 6.400 orang.

Peningkatan ini memberikan kontribusi positif namun juga menambah tantangan dalam pengelolaan destinasi wisata. Dalam penyelenggaraan KTT world Water Forum ke 10 ini DTW Tanah Lot  sempat kedatangan delegasi dari Jepang dan delegasi dari Hungaria yakni Mantan Presiden Hungaria Janos Ader Bersama istrinya Anita Herczegh.

Meskipun peningkatan kunjungan wisatawan membawa dampak positif, terdapat masalah yang masih memerlukan perhatian serius. Keretakan pada tebing Batubolong, salah satu daya tarik utama di Tanah Lot, masih belum mendapatkan penanganan yang memadai. “Hingga saat ini, belum ada kejelasan dari pihak berwenang terkait rencana perbaikan yang konkret. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, mengingat potensi bahaya yang dapat ditimbulkan jika keretakan tersebut tidak segera ditangani,"jelas Manajer DTW Tanah Lot  I Wayan Sudiana, Minggu (26 Mei 2024). Dikatakanya,  terakhir tim dari BWS datang bulan Februari  2024  dan masih dalam tahap penyusunan anggaran dan metode pelaksanaan yang dipakai.

Di sisi lain, upaya perbaikan dan renovasi di Tanah Lot juga berlanjut. Renovasi Pura Luhur Tanah Lot memang menghadapi tantangan berat, mengingat harus memperhitungkan siklus pasang surut air laut untuk pengangkutan material dan keperluan lainnya. Selain itu, fasilitas penunjang seperti Bale Sakanem juga sedang diperbaiki untuk mendukung kegiatan umat dan pariwisata. Pihak pengempon menyatakan bahwa tahap pertama ini ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, sebelum memasuki tahap berikutnya yang lebih kompleks dan memerlukan waktu lebih lama.

Dengan adanya perbaikan fasilitas dan peningkatan jumlah wisatawan, Tanah Lot diharapkan dapat terus menjadi destinasi wisata yang aman dan nyaman, sambil menunggu solusi definitif untuk masalah keretakan tebing Batubolong.(Rls/Btnc)


Komentar

Berita Terbaru







Terpopuler