Pagi Ini, Tradisi Mesuryak Kembali Digelar Bertepatan Hari Raya Kuningan
Sabtu, 29 November 2025
Suasana H-1, Sebelum Tradisi Mesuryak di Hari Raya Kuningan, Sabtu (29.November 2029)
TABANAN, Balitopnews.com -Sabtu pagi ini (29 November 2025) Bertepatan dengan Hari Raya Kuningan, masyarakat di Banjar Bongan Gede, Desa Bongan menggelar Tradisi Mesuryak.
Tradisi Mesuryak yang telah dijalankan secara turun temurun dari generasi ke generasi tersebut bertujuan mengantarkan kembalinya para leluhur ke surga.
Karena selama sepuluh hari, sejak hari Raya Galungan ( Hari Raya Umat Hindu di Bali) sampai Hari Raya Kuningan para leluhur yang sudah berstana di surga, turun ke bumi, pulang ke rumah masing -masing. Hari Raya Kuningan hari terakhir para leluhur berada di rumah dan saatnya Kembali ke surga. Prosesi mengantarkan kembalinya para leluhur ke surga inilah dikenal dengan Tradisi Mesuryak.
Tradisi Mesuryak diawali dengan prosesi persembahyangan yang dilengkapi dengan sarana upacara banten Kuningan.
Prosesi upacara diawali sejak pukul 05.00 Wita dengan mempersiapkan banten Kuningan. Selanjutnya masing masing keluarga mengaturkan sajen banten di sanggah. Kemudian sembahyang di Pura Khyangan Tiga, Terakhir mempersembahkan sajen/banten di Sanggah Gede masing masing yang disunggsung 4'sampai 5 KK (kepala keluarga). Usai sembahyang di Sanggah Gede, kemudian sajen/banten Kuningan dibawa Kori ( pintu gerbang rumah). Yang merupakan simbolisasi mengantarkan leluhur sampai ke pintu gerbang rumah. Setelah para tetua memanjatkan doa, tibalah saatnya Tradisi Mesuryak Digelar. Dengan melemparkan uang kertas ke udara yang kemudian diperbutkan masyarakat setempat. Sambil Mesuryak.
Bagi keluarga yang taraf ekonominya baik, biasanya uang sampai jutaan rupiah dipersembahkan saat Tradisi Mesuryak. (Md)
Komentar