Miliki Keunikan Situs Kebo Iwa, Tradisi Mesuryak, Upacara Ngaben Tikus Desa Bongan Menuju Desa Wisat

  • 30 April 2018
  • 09:05 WITA

RedRiceBalinews.com, TABANAN
Secara demografi Desa Bongan memiliki kesamaan dengan desa lainya ada di Kabupaten  Tabanan yang merupakan daerah agraris pertanian. Namun  Desa yang memiliki luas wilayah 445 hektar dengan  208 hekatar  hamparan sawah ini memiliki  keistimewaan yang tidak dimiliki oleh desa lainya.

Sejumlah keistimewaan yang dimiliki Desa Bongan diantaranya terdapat Situs Kebo Iwa, memiliki tradisi mesuryak serta upacara ngaben tikus.  Tiga keistimewaa inilah yang mendorong Desa Bongan menuju Desa Wisata.

Hal itu diungkapkan Perbekel Desa Bongan I Ketut Sukarta SE, Senin ( 30 April 2018). Dikatakanya rencana awal pembentukan Desa Wisata sudah disampaikan dalam rapat awal musrenbang  desa Bongan pada Jumat ( 27 April 2018). Sukarta menjelaskan potensi yang dimiliki Desa Bongan seperti situs Kebo Iwa dengan Pura Puseh Bedha nya yang  sering dikunjungi wisatawan asing maupun domestik. Begitujuga tradisi Mesuryak yang digelar setiap enam bulan sekali saat Hari Raya Kuningan  di Banjar Bongan Gede dan Bongan Pala dan upacara ngaben tikus yang satu satunya di Bali ada di Desa Bongan. “Sejatinya embrio Desa Wisata sudah kita miliki,” jelasnya. Pihaknya tinggal menggali lagi potensi tersebut untuk dikembangkan kedepan. “Untuk itulah kami menggagas Desa  Bongan menjadi Desa Wisata,” tandasnya.  Rencana pembentukan Desa Bongan menjadi Desa Wisata akan diawali dengan sosialiasi ke masing masing Banjar,namun untuk target di tahun 2018 ini minal sudah terdaftar  di Dinas Pariwisata Tabanan. “Setelah terdaftar di dinas pariwisata, baru nanti kita buat struktur organisasinya mungkin 2019 sudah ada struktur organisasi Desa Wisata Bongan,” terangnya.  Langkah lain juga telah ditempuh yakni telah berkoordinasi dengan Universitas Udayana yang rencanaya dalam waktu dekat turun ke Desa Bongan melihat langsung potensi pariwisata yang ada di Desa Bongan.

Untuk infrastruktur, pihaknya juga sudah menginventaris seperti rencana pembuatan traking yang melalui jalur persawahan, sehingga nantinya  Desa Wisata yang ada di Bongan bisa terpadu. “Semuanya masih dalam proses dan membutuhkan waktu. Dan ia berharap partisipasi dan dukungan dari masyarakat Bongan,” terangnya.

Sementara itu Ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Desa Bongan, I Dewaa Putu Sunastra mendukung penuh rencanan Desa Bongan menjadi Desa Wisata. Pasalnya potensi untuk itu sangatlah besar dimiliki Desa Bongan. “Kami sangat mendukung rencana tersebut. Dan rencana itu harus bisa terwujud,” tandasnya.  RRBNC
 

Komentar