Gurat Institute dan Santrian Gallery Hadirkan Pameran Lukisan "Connectedness"

  • 08 Mei 2019
  • 11:54 WITA
Awan Hitam, salah satu karya lukis Wayan Wirawan yang ditampilkan dalam pameran “Connectedness”

Balitopnews.com, Denpasar - Gurat Institute bersama Santrian Gallery kembali menyelenggarakan program pameran selepas program Arc Reloaded 2019 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Pameran kali kedua ini mengangkat tema ‘keterhubungan’ (Connectedness).

Wayan Seriyoga Parta, dari Gurat Institute, sekaligus kurator pameran mengatakan judul ini berangkat dari pemikiran sederhana, yaitu niatan untuk menghubungkan berbagai praksis seni rupa dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Pengalaman pribadi saya setelah sekian lama berinteraksi dan menjalin komunikasi dengan pegiat seni rupa dari berbagai wilayah di Indonesia, membuat kami tergerak untuk lebih intens mengangkat makna dari sebuah hubungan/keterhubungan,” paparnya dalam jumpa pers, di Santrian Gallery, Sanur, Rabu (8/5).

“Sejak 2016 saya melihat link atau keterhubungan antar jaringan yang ada dalam lingkungan seni itu menjadi menarik. Dan keterhubungan antar jaringan seniman ini menjadi penting untuk menghidupkan seni khususnya seni rupa,” imbuhnya.

Dalam “Connectedness” ini, berbagai entitas praksis seni rupa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dipertemukan untuk apresiasi dalam medan seni rupa Bali.

Para perupa tersebut yakni; Ketut Suwidiarta (Bali), Ni Nyoman Sani (Bali), I Wayan Wirawan (Bali), Isa Ansori (Batu Malang), Suwandi Waeng (Batu Malang) Hery Catur Prasetya (Batu Malang), Imanulah Nur Amala (Batu Malang), Faizin (Banyuwangi), A H. Rimba (Makassar), Akhmad Noor (Banjarmasin).

I Wayan Wirawan, seniman asal Sukawati, Gianyar, Bali yang turut hadir pada jumpa pers tersebut mengaku sangat mengapresiasi apa yang diinisiasi oleh Gurat Institute ini.

Menurutnya keterhubungan antar perupa memang hal yang dibutuhkan. Dengan keterhubungan para seniman dapat saling bertukar informasi dan mengetahui latar belakang masing-masing. Hal tersebut menurutnya akan dapat mendorong geliat kemajuan dunia seni rupa di tanah air.

“Meskipun ide connectedness ini baru sebatas framing, namun saya sangat mengapresiasi ide dari Pak Yoga ini (Wayan Seriyoga Parta). Dengan keterhubungan akan terjadi cross informasi (pertukaran informasi), sharing informasi dan saling bekerjasama penting untuk mendorong kemajuan seni khususnya seni rupa di tanah air,” paparnya.

Pameran ini akan berlangsung selama tanggal 10 Mei – 21 Juni 2019. Dan pameran ini akan dibuka oleh Ida Bagus Gede Sidarta Putra, budayawan seni di Bali yang selama ini dikenal sangat terbuka untuk memberi ruang kepada para seniman di Bali sekaligus Owner Santrian Gallery. (Adhi)

Komentar