Langgar Tatib UNBK, 10 Siswa Diganjar Nilai Nol

  • 08 Mei 2019
  • 15:52 WITA
Kepala Dinas Pendidikan Prov. Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa (Foto: Adhi/ Balitopnews.com

Balitopnews.com, Denpasar - Hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2019 untuk jenjang SMA/SMK di Bali menyisakan 10 siswa yang diharuskan mengikuti tahap ujian perbaikan. Hal ini dikarenakan kesepuluh siswa tersebut mendapatkan nilai nol pada salah satu mata uji dalam UNBK tersebut akibat melanggar peraturan ujian.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (8/5).

Boy Jayawibawa menerangkan para siswa itu melanggar petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis (juklak dan juknis) UNBK. Siswa tersebut membawa smartphone ke dalam ruangan ujian dan mengambil gambar soal-soal yang di-UN-kan, lalu menyebarkannya ke pihak lain.

Menurutnya, proses pelaksanaan ujian ini betul-betul mendapatkan pengawasan yang ketat dari pihak pusat. Dan tindakan pelanggaran ini berhasil diketahui sehingga terpaksa memberikan nilai nol.

"Kami sudah klarifikasi terkait gambar-gambar yang disodorkan pusat kepada siswa bersangkutan. Mereka pun kaget mendapatkan gambar itu, dan membenarkan telah mengambil gambar. Mereka meminta maaf atas kejadian itu," terangnya.

Nasib para siswa tersebut selanjutnya, menurut Boy Jayawibawa, mereka diharuskan untuk mengikuti ujian perbaikan yang akan dilakukan pertengahan Juni nanti, untuk memperbaiki nilai nol tersebut.

"Nilai nol ini merupakan sanksi bagi mereka yang melanggar, meski demikian mereka masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya dengan mengikuti ujian perbaikan pada bulan Juni nanti," ujarnya.

Jumlah 10 siswa itu, tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Bali, kecuali Kabupaten Klungkung. Dan nilai nol terbanyak dari siswa di Kota Denpasar. Namun, Boy Jayawibawa enggan menyebutkan sekolah mana saja asal siswa tersebut.

Boy Jayawibawa meminta agar hal ini menjadi bahan evaluasi bersama dan menghimbau untuk pelaksanaan ujian selanjutnya agar pengawasan lebih ditingkatkan, dan kepada pihak sekolah agar anak-anak diingatkan lagi agar jangan main-main karena resikonya benar-benar ada.

"Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua," tandasnya. (*/Adhi)

Komentar