Dewan Pendidikan Tabanan Secara Konsisten Gelar Lomba Mesatua dan Mepidarta Basa Bali

  • 10 Juni 2019
  • 20:33 WITA

Balitopnews.com, Tabanan

Dewan Pendidikan Tabanan secara konsisten dan kontinyu menggelar lomba mesatua dan mepidarta basa bali. Lomba mesatua dan mepidarta basa bali kembali digelar, Senin ( 10 Juni 2019).

 

Peserta lomba mesatua dan mepidarta basa bali yang dilangsungkan di Aula Dewan Pendidikan Tabanan tersebut diikuti puluhan siswa SD dan SMP se Tabanan.

 

Ketua Dewan Pendidikan, I Wayan Madra Suartana menerangkan, Bahasa Bali yang dianggap sebagai bahasa ibu ternyata keberadaanya tergerus di masyarakat. Para orangtua sudah jarang mengajarkan anaknya bahasa Bali, sementara generasi muda mulai enggan mabasa Bali, dan lebih menggunakan bahasa nasional, bahasa Indonesia.

 

Namun setelah pemerintah propinsi Bali memiliki dua instrumen untuk melindungi Bahasa Bali dari kepunahan, secara perlahan penggunaan bahasa Bali mulai dibiasakan. "Setiap hari kamis sudah diterapkan di sekolah, dan untuk lebih menggeliatkan penggunaan bahasa Bali dikalangan generasi muda, kami sengaja menggelar lomba ini, yang bertujuan juga untuk mencari bibit seni  untuk bisa tampil di lomba tingkat lebih tinggi," terangnya.

Dan lanjut dikatakan Madra, lomba semacam ini tidak hanya baru dilakukan kali ini saja, tetapi sudah rutin digelar beberapa tahun silam. "Ini sifatnya lanjutan, bukan kegiatan baru atau bersifat mendadak karena ada instruksi Gubernur Bali, dan akan terus kami gelar sepanjang masih ada kesempatan dan dukungan dari pihak sekolah," pungkasnya.

 

Dewan pendidikan pun melihat, penggunaan bahasa Bali di tingkat sekolah juga belum maksimal. Maka dari itu, lanjutnya peran para guru di sekolah khususnya guru sekolah dasar diperlukan untuk memperkenalkan dan membuat pelajaran bahasa Bali dibawakan semenarik mungkin. "Sekarang tergantung kebiasaan dari sejak awal, bagaimana agar pembelajaran bahasa Bali, tersebut dapat dibuat dengan semenarik mungkin. Itu yang penting harus dilakukan para guru-guru di sekolah," ucapnya.

 

Terkait upaya terus mengenalkan bahasa Bali seperti yang dilakukan Dewan Pendidikan, Asisten I I Wayan Miarsana yang juga menjabat Plt Dinas Pendidikan Tabanan sangat mengapresiasi hal tersebut. Karena diakuinya saat ini memang masih  banyak genarasi muda yang belum fasih menggunakan bahasa Bali untuk berkomunikasi dengan rekannya. "Saya melihat memang ada kecenderungan bahasa ini berkurang untuk dimanfaatkan. Kedepan Pariwisata Bali inti pokoknya adalah budaya, disamping keindahan alam, bahasa Bali harus dikuasai dengan baik."ucapnya.

 

Sintya,, guru bahasa bali SMPN Penebel mengaku setiap tahun mengirim anak didiknya untuk ikut lomba mepidarta dan mesatua bali yang digelar Dewan Pendidikan Tabanan.  “Saya berharap lomba seperti ini digelar secara berkelanjutan sehingga bahasa bali yang merupakan salah satu budaya bali tetap lestari,” terangnya. Saat ini sekolahnya mengirim satu siswanya untuk ikut lomba dan berharap mendapatkan peringkat lebih baik dari tahun lalu yang hanya mendapatkan juara harapan. ( Balitopnews.com / MD )

Komentar