Gelar Pameran Lukisan, Michael Parilingan: Fenomena Politik Kemarin Seperti Perkelahian Anak-Anak

  • 02 Agustus 2019
  • 15:17 WITA

Michael Parilingan dengan karyanya Him #1 dalam pameran bertajuk Nyegara Jiwa , Kuta, Bali (1/8). (Foto: Ricky)

 

Balitopnews.com, Badung,- Yan Michael Parilingan, seorang pelukis profesinal kelahiran Jakarta itu menggelar pameran lukisan kedua kalinya di Bali. Pameran lukisan itu digelar di The Sakaya Luxury Vilas & Spa, Jl. Dewi Sri No.101, Kuta, B, Bali (1/8). Dalam pamerannya, Michael menampilkan 15 karyanya tahun ini.

Pameran yang bertajuk Nyegara Jiwa itu merupakan ekspresi dari hasil pendalamannya terhadap sepiritual. Nyegara Jiwa diartikan sebagai peleburan hal-hal yang buruk untuk menuju yang lebih baik.

“Nyegara jiwa. Peleburan semua hal yang buruk menjadi hal-hal yang baik, semoga menjadi baik. Ini peleburan dari jiwa saya yang dulu nya mungkin kurang baik untuk menjadi yang lebih baik” ungkapnya.

“Objeknya rata-rata  umumnya di ranah sepiritual, karena saya sedang mendalami sepiritual,” imbuhnya.

Tak hanya seputar spiritual saja, salah satu karya Michael juga menngambarkan perasaan nya terkait fenomena politik yang terjadi belakangan ini. Hal ini berkaitan erat dalam menyonsong hari kemerdekaan RI ke-74. “Karya Him #1 tentang fenomena politik kemarin (pilpres, -red),”pungkasnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan tentang situasi politik akhir-akhir ini yang nampak seperti arena pertarungan anak-anak dengan semua ciri khasnya dan tidak memenampilkan politik yang elegan layaknya orang dewasa. “Seperti arena perkelahian anak-anak gitu. Saling ini ,saling itu, abis itu maaf maafan, baikan lagi,” terangnya.

“Padahal masyarakat tu udah berantem semua , padahal yang mau jadi pemimpin ini anak kecil ini dua duanya , bukan orang dewasa kalua menurut saya,” imbuhnya.

Seniman pelukis selalu menggambarkan ide-ide, perasaan dan pandangannya terhadap fenomena spiritual, alam, dan atau sosial. Untuk itu, setiap pelukis membutuhkan ciri khas dan sudut pandang yang berbeda dalam berkarnya sehingga menghasilkan karya yang baru dan memiliki nila seni yang tinggi. Hal ini di sampaikan oleh Eddy Soetriyono, curator dan art lover yang juga berkesempatan hadir dalam pameran itu.

“Ide-ide apa, pembaharuan apa yang di berikan itu penting. Tetapi sudah berani mengadakan pameran seperti ini saja sudah hebat, “pungkasnya.

 

 (rs)

Komentar