Bersih Pantai, Paslon Amerta Janjikan Nelayan Tradisional Tetap Melaut

  • 24 Oktober 2020
  • 11:10 WITA
  • News

DENPASAR, Balitopnews.com - Pasangan Calon (Paslon)Walikota dan Wakil Walikota Denpasar Nomor Urut 2 dari Paket Amerta, Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kertha Negara bersama tim pemenangan dan partai pendukung seperti Golkar, Demokrat dan Nasdem, menyapa para pedagang di pasar Nyanggelan Panjer dan pasar Jimbar Jaya Renon, serta kelompok nelayan Mina Suka Werdhi Intaran Sanur, Sabtu 24 Oktober 2020.

 

Dihadapan Kelompok Usaha Bersama Mina Suka Werdhi, yang diketuai I Wayan Matra, paslon Amerta  memperkenalkan diri dan menyampaikan visi misi. 

 

Menurut paslon Amerta, nelayan punya potensi yang luas dalam meningkatkan penghasilan dari kekayaan laut. Disamping itu, investasi harus berpihak kepada nelayan, sesuai visi misi Amerta bahwa investasi itu berpihak kepada kearifan lokal sehingga investasi yang ada tidak memarjinalkan mereka, dan nelayan dapat meningkatkan produktifitasnya.

 

"Jika menang, nelayan tetap disini melaut karena program kita menjaga kearifan lokal. Nelayan tradisional menjaga laut," ucap calon walikota Ngurah Ambara.

 

Sementara Ketua Pemenangan Paslon Amerta, Wayan Mariyana Wandhira mengatakan potensi kelautan di kota Denpasar selama ini dilestarikan oleh nelayan tradisional. 

 

"Mereka harus memiliki pasar yang layak, dan mendapat bantuan sarana prasarana dari pemerintah," imbuhnya.

 

Usai tatap muka dengan kelompok nelayan 

Mina Suka Werdhi, paslon Amerta bersama relawan juga melakukan aksi sosial memungut sampah plastik di pantai Merta Sari.

 

Sebelum bertemu para nelayan, paslon Amerta juga menyapa pedagang di pasar Nyanggelan Kelurahan Panjer dan pasar Jimbar Jaya kelurahan Renon.

 

Kepada paslon Amerta, Kepala Pasar Nyanggelan Panjer Wayan Darmana mengatakan, target setoran dari pasar yang dikelolanya sebesar Rp 400 juta per tahun.

 

Menanggapi hal ini, calon wakil walikota Bagus Kertha Negara menyatakan Pemkot Denpasar mengelola 16 pasar. Sementara setoran ke khas daerah hanya Rp 300 juta per tahun. 

 

Dirinya menilai Wayan Darmana layak mengelola pasar yang lebih besar seperti pasar Badung.

 

Sementara, salah seorang pedagang Sriyani mengatakan, pedagang pasar ingin sebuah perubahan. Hal ini karena dalam masa pandemi ekonomi lesu dan daya beli menurun.

 

"Semoga paslon nomor urut 2 bisa membawa perubahan kearah lebih baik," harapnya.(gix)


TAGS :

Komentar