BaliTopNews - Journalists never die

Alamat Redaksi : Jalan Beji nomor 1, Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali

Call:088977952703

info@balitopnews.com

Sidak ke SMPN 5 Kediri, Komisi IV DPRD Tabanan Atensi  Kekurangan Ruang Kelas

Rabu, 19 Maret 2025

BaliTopNews - Journalists never die

 

TABANAN, Balitopnews.com - Sidak komisi IV DPRD Tabanan ke SMPN 5 Kediri, pada Rabu (19 Maret 2025) menemukan beberapa hal yang harus diatensi. Salah satunya adalah kekurangan ruang kelas.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan, I Gusti Komang Wastana. Ia  menyampaikan keprihatinannya terkait kekurangan ruang kelas di SMP Negeri 5 Kediri  di Desa Abian Tuwung, Kecamatan Kediri. Kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti laporan adanya siswa yang harus masuk sekolah siang karena kekurangan ruang kelas.

"Setelah kami melakukan kunjungan langsung ke SMPN 5 Kediri, kami menemukan bahwa laporan kekurangan ruang kelas itu benar adanya. Ada 6 kelas yang harus masuk siang karena tidak tersedianya ruang kelas yang cukup," ujar Wastana usai kunjungan.

Menurut. Wastana dengan kondisi dua sesi yakni pagi dan siang. Hal itu tentunya menganggu kegiatan belajar mengajar di SMPN 5 Kediri. Sehingga perlu diusulkan untuk pembangunan ruang kelas baru mengingat agar semua siswa bisa sekolah pagi. “Karena jam masuk siswa yang baik untuk meningkatkan akademisnya adalah jam masuk pagi,” ungkapnya.

Wastana mengungkapkan bahwa masalah ini sudah lama menjadi perhatian, bahkan pernah diusulkan dalam audiensi dengan Bupati, namun terhambat karena pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Sehingga yang seharusnya dapat malah terkena refocusing anggaran. "Hingga sampai sekarang belum ada tindak lanjut, kejelasan Komisi IV  ini turun langsung melihat ke lapangan apa benar, ternyata benar disitu," jelasnya.
Dia juga menyoroti kendala dalam pengajuan dana DAK, seperti persyaratan luas tanah yang kurang 20 are dan ketersediaan ruang laboratorium yang belum ada di SMPN 5 Kediri. 

"Kami akan mengawal pengajuan anggaran pembangunan ruang kelas baru kepada Bupati. Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas PUPRPKP dan Bappeda untuk mencari solusi terkait kendala pengajuan dana DAK," jelas Wastana.

Akhir kata pihaknya  menekankan pentingnya solusi segera untuk mengatasi masalah ini. "Kami akan mengawal pengajuan anggaran ini agar bisa masuk dalam pembahasan KUA-PPAS. Kami kasihan melihat anak-anak yang harus masuk siang, ini tentu memberatkan mereka dan orang tua," ujarnya.(Md)


Komentar

Berita Terbaru







Terpopuler