BaliTopNews - Journalists never die

Alamat Redaksi : Jalan Beji nomor 1, Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali

Call:088977952703

info@balitopnews.com

Tarik Minat Wisatawan, Gubernur Koster Harap Makepung Cup Masuk Kalender Pariwisata

Senin, 15 Juli 2019

BaliTopNews - Journalists never die

<p style="text-align: justify;"> Balitopnews.com, Jembrana</p> <p style="text-align: justify;"> Gubernur Bali Wayan Koster berharap Makepung Gubernur Cup yang kembali untuk kali pertama digelar akan menjadi agenda tahunan serta masuk dalam daftar kalender pariwisata.</p> <p style="text-align: justify;"> Hal itu disampaikan Gubernur Koster seusai penyerahan piala bergilir lomba Makepung Gubernur Cup di Arena Makepung Samblong, Sanggar Agung, Jembrana, Minggu (14/7). Sebelumnya pada hari yang sama, secara terpisah kegiatan ini dibuka Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace).</p> <p style="text-align: justify;"> &quot;Kegiatan ini supaya bisa menarik kunjungan wisatawan ke Jembrana, ke depan sebaiknya dirangkaikan dengan kegiatan lain. Sehingga tidak berlangsung hanya sehari, tetapi minimal tiga hari atau lebih,&quot; ujar Gubernur Koster yang tampak hadir didampingi Ny. Putri Suastini Koster dan Sekretaris Daerah&nbsp; (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra.</p> <p style="text-align: justify;"> Untuk merealisasi hal itu, Gubernur Koster akan membenahi arena lomba makepung yang kebetulan berada di lahan aset milik Pemprov Bali. &quot;Akan ditata menjadi lebih baik, tidak hanya jalur untuk kerbau lari tetapi&nbsp; secara menyeluruh, termasuk mekanisme penyelenggaraannya,&quot; jelasnya.</p> <p style="text-align: justify;"> Tak hanya itu, Gubernur Koster juga berencana akan menggelar kegiatan lomba sejenis pada tahun-tahun mendatang. &quot;Selain makepung,&nbsp; jegog juga akan dibuatkan event, seperti Festival Jegog atau sejenisnya,&quot; imbuhnya.</p> <p style="text-align: justify;"> Sementara terkait alasan kegiatan lomba Makepung Gubernur Cup yang digagas pihaknya, hal ini merupakan bagian dari upaya melestarikan dan mengembangkan tradisi khas milik Kabupaten Jembrana. &quot;Makepung adalah tradisi unik yang lahir dari budaya agraris dan terbilang langka, sudah seharusnya kita lestarikan,&quot; tegasnya.</p> <p style="text-align: justify;"> Selain itu, kegiatan Makepung Gubernur Cup ini merupakan salah satu realisasi dari janji politiknya terhadap masyarakat Jembrana saat sebelum menjadi gubernur untuk menghidupkan kembali tradisi khas daerah Bali Barat tersebut.&nbsp;</p> <p style="text-align: justify;"> &quot;Pada saat kampanye Pilgub (Pemilihan Gubernur) dulu, ada aspirasi masyarakat Jembrana agar tradisi makepung ini dihidupkan kembali dan saya berjanji,&nbsp; astungkara tahun 2019 ini bisa terlaksana dengan cukup baik. dan merupakan Gubernur Cup yang pertama di kepemimpinan saya&quot; jelas Koster yang juga ketua DPD PDIP Provinsi Bali.</p> <p style="text-align: justify;"> Menanggapi rencana Gubernur Koster memasukan Makepung Gubernur Cup dalam daftar kalender pariwisata,&nbsp; disambut gembira oleh Wakil Ketua Panitia kegiatan, Made Rentana. Dengan begitu ia berharap, kegiatan ini akan mampu menjadi salah satu daya tarik wisata di Jembrana.</p> <p style="text-align: justify;"> Selanjutnya ia juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali yang telah menyelenggarakan lomba makepung sebagai seni budaya ciri khas dan kebanggaan masyarakat Jembrana.</p> <p style="text-align: justify;"> &quot;Terima kasih Bapak Gubernur karena telah menyelenggarakan kembali Gubernur Cup yang telah terhenti beberapa tahun terakhir,&quot; ucapnya.</p> <p style="text-align: justify;"> Sebelumnya, Wagub Cok Ace didampingi Wakil Bupati Jembrana Made Kembang Hartawan dan Sekda Provinsi Bali Dewa Indra saat membuka acara menyampaikan hal yang sama dengan Gubernur Koster.</p> <p style="text-align: justify;"> Ia berharap kegiatan ini mampu dilaksanakan secara berkesinambungan dalam rangka meng-ajeg-kan tradisi dan budaya di kabupaten Jembrana. Selain itu, mulai dilakukan regenerasi untuk para pelakunya agar tidak punah. &quot;Karena event ini terbukti mampu menarik minat wisatawan untuk menonton,&quot; ujar mantan Bupati Gianyar ini.</p> <p style="text-align: justify;"> Untuk lomba kali ini diikuti oleh sebanyak 360 peserta yang terdiri dari&nbsp; kelompok Ijo Gading Timur berjumlah 116 peserta dan dari Kelompok Ijo Gading Barat berjumlah 244 peserta. Keluar sebagai pemenang umum satu adalah Kelompok Ijo Gading Barat, dan&nbsp; Ijo Gading Timur mesti puas sebagai juara umum dua. (Balitopnews.com / Amo Bali)</p>


Komentar

Berita Terbaru







Terpopuler