BaliTopNews - Journalists never die

Alamat Redaksi : Jalan Beji nomor 1, Banjar Bongan Gede, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, Bali

Call:088977952703

[email protected]

Perpaduan Tari Baris dan Legong, Tari Baris Kekupu Tetap Eksis Hingga Kini

Minggu, 13 Desember 2020

BaliTopNews - Journalists never die

 

DENPASAR, Balitopnews.com - Tari Baris Kekupu menjadi ciri khas Kota Denpasar yang sudah aktif di tarikan sebelum tahun 1938. Hingga kini Tari Baris Kekupu masih tetap eksis ditarikan saat piodalan di Banjar Lebah Denpasar.

Menurut Maestro Seni Tari, Prof. Dr. I Wayan Dibia, Tari Baris Kekupu merupakan salah satu seni tari yang berusia cukup tua. Keberadaannya menjadi ciri khas Kota Denpasar yang sudah aktif ditarikan sebelum tahun 1938.

“Jadi sejak awal keberadaan Tari Baris Kekupu memang berada di Kota Denpasar dan penelitianya dilaksanakan mulai tahun 1938 dan diperkirakan sudah aktif ditarikan sebelum tahun tersebut,” jelasnya Minggu 13 Desember 2020.

Dilihat dari struktur, Prof. Dibia mengatakan Tari Baris Kekupu memadukan dua jenis tarian sekaligus, yakni Tari Baris dan Tari Legong.

“Kota Denpasar memang identik dengan Tari Baris, bahkan banyak Kesenian Tari Baris yang lahir di Denpasar dan Denpasar juga menjadi pusat seni Tari Legong,” sebutnya.

Di sisi lain, Maestro tari Ni Ketut Arini menerangkan Tari Baris Kekupu 
menggambarkan sekelompok kupu-kupu yang sedang bermain di taman bunga dengan gerak lemah gemulai yang memperlihatkan keelokan warna warni dari sayapnya. 

Tarian ini dipentaskan dalam durasi kurang lebih 10 menit. Tari Baris Kekupu merupakan salah satu dari sekian banyak jenis Tari Baris di Bali yang ditarikan berkelompok.

Arini menambahkan  awalnya Tari Baris Kekupu ini ditarikan oleh penari laki-laki, seperti Tari Baris pada umumnya. Kemudian digantikan oleh penari anak-anak perempuan karena didalam Tari Baris Kekupu ini terdapat unsur-unsur Tari Legong. Hal ini merupakan salah satu keunikan yang terdapat pada Tari Baris Kekupu.

“Idenya terinspirasi dari hiasan kupu-kupu pada damar kurung yang dipasang saat upacara Mamukur, yang merupakan lambang dari Dewa yang menyinari perjalanan atma yang telah lepas dari unsur Panca Maha Bhuta menuju ke alamnya masing-masing,” imbuhnya

Secara historis, Arini menjelaskan Tari Baris Kekupu yang ada di Banjar Lebah, Desa Sumerta Kaja diciptakan sekitar tahun 1930-an oleh seorang seniman kakebyaran di Bali yang berasal dari Denpasar, yaitu alm. I Nyoman Kaler dan dibantu alm. I Wayan Rindi yang merupakan seniman yang berasal dari Banjar Lebah. Tari Baris Kekupu diciptakan atas dasar permintaan dari Griya Gede Lebah (sekarang bernama Griya Gede Tegal Jinga-red), Desa Sumerta Kaja, agar diciptakannya suatu tari wali untuk mengiringi Upacara Mamukur.

“Hingga saat ini demi menjaga kelestarian Tari Baris Kekupu yang merupakan khasanah budaya yang dimiliki Banjar Lebah, Tari Baris Kekupu kini ditarikan juga pada saat Upacara Piodalan di Banjar Lebah yang dilaksanakan rutin setiap satu tahun sekali,” terangnya.(gix)


Komentar

Berita Terbaru







Terpopuler